Minggu, 28 Agustus 2011

Bunga Hati untuk Ibu

Assalamu’alaikum wr.wb

Alhamdullillah disela-sela kesibukan akhirnya saya kembali menulis puisi setelah sekian tahun lamanya saya tak pernah menulisnya . Puisi ini adalah puisi yang ketiga yang saya posting di blog ini setelah puisi “Mereka perempuan bukanlah wanita” dan puisi “Rahasia Langit” yang sejak SMA dulu saya tulis . Setidaknya dua puisi itu yang saya masih ingat sejak buku kumpulan puisi saya tidak lagi saya ketemukan bersamaan dengan sebuah kecelakaan yang pernah menimpa saya . Selain menulis puisi saya juga menulis dua karya cerpen yang diangkat dari kisah nyata “ditengah langit kelabu “ dan “ Matahari Berkedip” . Sebenarnya juga ada pengaruh blog yang juga belum beberapa bulan ini saya buat. Dan saya pikir dengan blog ini saya dapat mempublish karya yang dapat dinikmati banyak orang . Semoga kedepan saya bisa mengalokasikan waktu khusus untuk menulis sebuah karya . Dan puisi “Bunga Hati untuk Ibu “ adalah puisi yang pertama  yang saya buat sejak di perkuliahan .

Bunga Hati untuk Ibu
By Khairul Azmi
Ibu
Namamu telah mengisi di setiap relung-relung hatiku
Senyummu telah terukir indah dalam benak ini
Belaian kasihmu selalu dapat ku rasakan di setiap waktu
Perjumpaan denganmu  adalah suatu hal yang kudambakan

 Ibu
maafkan aku ibu
 Aku baru mengetahui semuanya
Mengapa dulu  aku tak pernah bertanya meskipun hanya dalam hati
Setiap kali engkau datang kepadaku dari tempat yang cukup jauh
Terkadang hanya sekedar untuk merangkulku dengan penuh kehangatan
Ataupun membelai rambutku dan mengenakan jilbab putih itu untukku

Ibu
Ku masih ingat ketika mengecup keningmu untuk pertama dan terakhir kalinya
Padahal engkau telah melakukannya berulang kali kepadaku
Pagi itu  engkau tidur terbaring pulas sekali  di ruang tamu
Meski wajahmu sedikit agak pucat tapi pancaran rona kecantikan hatimu dapat kurasakan

Ibu
Sekarang aku duduk di sini di dekatmu
Aku membawakan bunga hatiku kepadamu
Meskipun air mata ini terus mengalir membasahi pipiku
Dan aku tahu engkau tak akan mampu lagi menghapus air mataku
Aku tetap akan membacakan beberapa lembar surat cinta-Nya kepadamu

Puisi ini saya persembahkan teristimewa untuk seseorang yang special di hati saya dan saya tahu dia tidak menyadari puisi ini untuk dirinya  meskipun ia membacanya yang sampai sekarang belum mengetahui  siapa  Ibu kandungnya meskipun ia telah mengenalnya dengan cukup baik.












Jumat, 26 Agustus 2011

kesimpulan , implikasi dan saran pada penelitian

KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN


A.    Kesimpulan
1.      Pengertian
Kesimpulan penelitian adalah pernyataan singkat tentang hasil analisis deskripsi dan pembahasan tentang hasil pengetesan hipotesis yang telah dilakukan di BAB sebelumnya.
Kesimpulan berisi jawaban atas pertanyaan yang diajukan pada bagian rumusan masalah.Keseluruhan jawaban hanya terfokus pada ruang lingkup pertanyaan dan jumlah jawaban disesuaikan dengan jumlah rumusan masalah yang diajukan.
Kesimpulan berasal dari fakta-fakta atau hubungan yang logis.Pada umumnya kesimpulan terdiri atas kesimpulan utama dan kesimpulan tambahan.Kesimpulan utama adalah yang berhubungan langsung dengan permasalahan. Dengan demikian, kesimpulanutama harus bertalian dengan pokok permasalahan  dan dilengkapi oleh bukti-bukti. Pada kesimpulan tambahan, penulis tidak mengaitkan pada kesimpulan utama, tetapi tetap menunjukkan fakta-fakta yang mendasarinya.Dengan sendirinya, penulis tidak dibenarkan menarik kesimpulan yang merupakan hal-hal baru, lebih-lebih jika dilakukan pada kesimpulan utama.Jika penulis bermaksud menyertakan data atau informasi baru maka hendaknya dikonsentrasikan pada bab-bab uraian dan bukannya pada kesimpulan.Pendek kata, kesimpulan adalah berisi pembahasan tentang kesimpulan semata.
Pada tulisan ilmiah dari hasil penelitian yang memerlukan hipotesis, maka pada kesimpulan utamanya harus dijelaskan apakah hipotesis yang diajukan memperlihatkan kebenaran atau tidak. Kesimpulan utama pada tulisan ilmiah dari hasil penelitian yang memerlukan hipotesis tidaklah sedetil kesimpulan yang terdapat pada bab analisis. Sebaliknya, pada tulisan ilmiah dari hasil penelitian yang tidak memerlukan hipotesis, maka kesimpulan merupakan uraian tentang jawaban penulis atas pertanyaan yang diajukan pada bab pendahuluan.

2.      Tujuan
Tujuan penulisan kesimpulan adalah untuk memberikan kesempatan dan informasi kepada para pembaca guna mengetahui secara cepat teatang apa hasil akhir yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan.

3.      Tipe kesimpulan
Dua Tipe Penyimpulan:
1.Penyimpulan Langsung
Penyimpulan langsung adalah penyimpulan yang di dalamnya kita secara langsung bergerak dari suatu premis tunggal menuju suatu kesimpulan.
Penyimpulan langsung berakhir hanya dalam suatu proposisi baru dan bukan dalam suatu kebenaran baru. Dari kebenaran atau kesalahan suatu proposisi yang ada, kita menarik kebenaran atau kesalahan proposisi yang lain yang perlu mengikutinya. Misalnya, jika 1 adalah anggota bilangan asli benar, maka 1 bukan bilangan asli adalah salah
2. Penyimpulan Tidak Langsung
Penyimpulan tidak langsung adalah penyimpulan yang di dalamnya kita memperoleh suatu kesimpulan dari dua atau lebih premis.Disebut tidak langsung, karena penyimpulan ini diperoleh dengan media yang disebut term antara atau term tengah (M).Dengan term antara (M), kita dapat membandingkan premis mayor dan premis minor. Dengan demikian, kita mengetahui alas an mengapa subjek sama dengan predikat atau mengapa subjek tidak sama dengan predikat.
Contoh :
bilangan prima adalah bilangan yang habis dibagi dengan satu dan bilangan itu sendiri
5 adalah bilangan yang habis dibagi satu dan bilangan itu sendiri, maka 5 adalah bilangan prima.
Hukum-hukum yang berlaku untuk penyimpulan tidak langsung adalah sebagai berikut:
a.       Jika premis-premis benar, maka kesimpulan juga benar.
b.      Jika premis-premis salah, maka kesimpulan dapat salah, tetapi dapat juga benar.
c.       Jika kesimpulan salah, maka premis-premis juga salah.
d.      Jika kesimpulan benar, maka premis-premis dapat benar tetapi dapat juga salah.

4.      Langkah-langkah penyusunan kesimpulan
a.       Sebagai langkah pertama, penulis menguraikan garis besar permasalahan dan kemudian memberi ringkasan tentang segala sesuatu yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya.
b.      Penulis harus menghubungkan setiap kelompok data dengan permasalahan untuk sampai pada kesimpulan tertentu.
c.       Langkah terakhir dalam menyusun kesimpulan adalah menjelaskan mengenai arti dan akibat-akibat tertentu dari kesimpulan-kesimpulan itu secara teoritik maupun praktis.

5.      Cara membuat kesimpulan
a.       Apabila anda menulis tentang suatu persoalan, maka kesimpulannya ialah jawaban.
b.      Apabila anda menulis tentang suatu masalah,(misalnya pembicaraan), maka kesimpulan yang harus anda mencapai ialah suatu rancangan tindakan.
c.       Apabila anda menulis tentang suatu pemerihalan, yakni perbincangan tentang suatu pengwujudan, maka kesimpulannya ialah suatu generalisasi tehadap apa yang telah diperihalkan

B.     Implikasi
Implikasi berfungsi membandingkan antara hasil penelitian yang lalu dengan hasil penelitian yang baru dilakukan.

Macam-macam implikasi:
1.      Implikasi Teoritis
Pada bagian ini peneliti menyajikan gambar lengkap mengenai implikasi teoretikal dari penelitian ini.Bagian ini bertujuan untuk meyakinkan penguji pada mengenai kontribusi terhadap ilmu pengetahuan dalam teori-teori yang digunakan untuk memecahkan masalah penelitian, tetapi juga implikasinya bagi teori-teori yang relevan dengan bidang kajian utama yang disajikan dalam model teoretis.
2.      Implikasi Manajerial
Pada bagian ini peneliti menyajian bergagai implikasi kebijakan yang dapat dihubungkan dengan temuan-temuan yang dihasilkan dalam penelitian ini.Implikasi manajerial memberikan kontribusi praksis bagi manajemen.
3.      Implikasi Metodologi
Bagian ini bersifat opsional dan menyajikan refleksi penulis mengenai metodologi yang digunakan dalam penelitiannya.Misalnya pada bagian ini dapat disajikan penjelasan mengenai bagian-bagian metode penelitian mana yang telah dilakukan dengan sangat baik dan bagian mana yang relatif sulit serta prosedur mana yang telah dikembangkan untuk mengatasi berbagai kesulitan itu yang sebetulnya tidak digambarkan sebelumnya dalam literatur mengenai metode penelitian. Peneliti dapat menyajikan dalam bagian ini pendekatan-pendekatan yang dapat digunakan dalam penelitian lanjutan atau penelitian lainnya untuk memudahkan atau untuk meningkatkan mutu dari penelitian

C.    Saran
Saran adalah suatu yang diberikan kepada pembaca yang didasarkan atas hasil temuan dalam studi yang telah dilakukan dan bukan berupa pendapat atau tinjauan idealis pribadi peneliti.
Saran hanya berisi rekomendasi yang dirumuskan oleh peneliti namun bukan untuk menjawab permasalahan dalam pokok penelitian, saran dirumuskan berdasarkan penelusuran yang menurut penulis dapat bermanfaat secara praktis maupun bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan berdasarkan kedekatan objek.
Saran yang diajukan hendaknya saran yang konstruktif dengan mengacu terpenuhinya beberapa persyaratan saran yang baik, antara lain yaitu:
1.      Diuraikan secara singkat dengan bahasa yang jelas
2.      Mempunyai sasaran objek yang jelas yang memiliki otoritas penerapan
3.      Disertai dengan tindakan operasional yang memungkinkan dapat dilakukan
4.      Disertai dengan criteria indicator keberhasilan
5.      Berupa imbauan untuk melakukan penelitian sejenis yang menekankan pada pendalaman


Contoh:
BAB V
KESIMPULAN, IMPLIKASI, dan SARAN

A.    Kesimpulan
Setelah semua tahap penelitian dilakukan, mulai dari pembuatan proposal penelitian, kemudian pengkajian teori, penyusunan instrument penelitian yang disertai dengan uji coba dan penyempurnaan instrument penelitian, sampai dengan pengumpulan data, pengolahan dan analisis data.
Pada akhirnya peneliti dapat menyimpulkan hasil penelitian tentang analisis kebutuhan pendidikan multikultural yakni; Pertama, rumusan kompetensi akademik sosial siswa yang terdiri dari kompetensi standar dan dasar dinyatakan relevan dengan kebutuhan akademik sosial siswa yang berada dalam masyarakat multikultural; dari 14 rumusan kompetensi yang dirumuskan peneliti oleh Ahli/Pakar dikelompokkan menjadi tiga, yakni rumusan kompetensi akademik, rumusan kompetensi budaya dan rumusan kompetensi sosial; Kedua, rumusan materi pendidikan multikultural yangterdiri dari lima tema besar yakni nilai-nilai multikultural, demokrasi, mendahulukan kepentingan orang banyak, persamaan derajat dan persamaan kewajiban, penting diberikan kepada siswa sebagai materi pendukung pencapaian kompetensi standar dan kompetensi dasar pendidikan multikultural; Ketiga, materi pendidikan multikultural dapat diintegrasikan pada semua mata pelajaran siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di Mataram, baik itu melalui kegiatan sehari-hari ataupun melalui kegiatan yang terprogram dengan baik, serta mendukung tebentuknya suasana dan lingkungan pendidikan multukultural.

B.     Implikasi
Penelitian ini telah menunjukkan bahwa pendidikan multicultural penting diberikan dalam rangka memenuhi kebutuhan akademik social siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) di Mataram.Dengandemikian rumusan kompetensi standar dan kompetensi dasar yang relevandengan kebutuhan akademik sosial siswa, menjadi komponen utama untukmewujudkan pendidikan multikultural.Berdasarkan rumusan kompetensistandar dan kompetensi dasar dirumuskan materi pendidikan multicultural yang dapat mendukung tercapainya kompetensi-kompetensi tersebut.Dalam mentransmisikan materi pendidikan multikultural pada siswa, materipendidikan multikultural dapat dijadikan mata pelajaran tersendiri dandapat pula diintegrasikan dalam mata pelajaran lain pada SekolahLanjutan Tingkat Pertama di Mataram.
Hasil penelitian ini memberikan beberapa implikasi, antara lain: (1)  implikasi terhadap perencanaan dan pengembangan kurikulum pendidikanmultikultural yang berbasis kompetensi untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), (2)  implikasi terhadap pengembangan dan penyusunansilabus pendidikan multikultural, (3) implikasi terhadap cara pandang guruterhadap siswa, (4) implikasi terhadap pendidikan tenaga kependidikan dan(5) implikasi terhadap usaha sadar sebagai peran penting intitusipendidikan dalam turut merumuskan, mengembangkan serta mewujudkanmasyarakat multikultur, melalui sekolah sebagai pilar utama.
1.      Pengembangan kurikulum pendidikan multikultural berbasiskompetensi di SLTP hendaknya dirancang dengan cermat,disesuaikan dengan keberagaman kondisi dan kebutuhan siswa, baikyang menyangkut kemampuan atau potensi siswa maupun yangmenyangkut potensi lingkungan, sehingga sesuai dengan tujuanprogram pendidikan multikultural. Tujuan program pendidikanmultikultural adalah untuk membantu siswa: (1) memahami latarbelakang diri dan kelompok dalam masyarakat, (2) menghormati danmengapresiasi kebhinekaan budaya dan sosio-historis etnik, (3)menyelesaikan sikap-sikap yang terlalu etnosentris dan penuhpurbasangka, (4) memahami faktor-faktor sosial, ekonomis,psikologis, dan historis yang menyebabkan terjadinya polarisasi etnikketimpangan dan keterasingan etnik, (5) meningkatkan kemampuanmenganalisis secara kritis masalah-masalah rutin dan isu melaluiproses demokratis melalui sebuah visi tentang masyarakat yang lebihbaik, adil dan bebas dan (6) mengembangkan jati diri yang bermaknabagi semua orang.
Pada dasarnya siswa dapat diklasifikasikan ke dalam tigakelompok, yaitu kelompok normal, sedang dan tinggi. Kurikulumpendidikan multikultural berbasis kompetensi dikembangkan dandisesuaikan untuk masing-masing kelompok dengan tujuan sebagaiberikut; (1) pada kelompok normal, diharapkan dapatmengembangkan pemahaman tentang prinsip dan aplikasi,mengembangkan kemampuan praktikal akademik yang berhubungandengan interaksi dalam masyarakat multikultural; (2) pada kelompoksedang, diharapkan dapat mengembangkan kecakapan komunikasi,kecakapan menggali potensi dan aplikasi dalam kesehariannya,mengembangkan kecakapan akademik dan kecakapan interaksi sosial;(3) pada kelompok tinggi, diharapkan dapat mengembangkanpemahaman tentang prinsip, teori dan aplikasi, mengembangkankemampuan akademik untuk memasuki pendidikan yang lebih tinggi.Dengan adanya kelompok-kelompok siswa tersebut membawaimplikasi terhadap penyusunan dan pengembangan silabuspendidikan multikultural baik yang dibuat oleh Dinas Pendidikansetempat atau oleh sekolah sendiri.
2.      Penyusunan dan pengembangan silabus pendidikan multicultural mengacu pada kurikulum berbasis kompetensi dan perangkatkomponen-komponennya yang di susun oleh Pusat Kurikulum, BadanPenelitian dan pengembangan, Departemen Pendidikan Nasional.Sekolah yang mempunyai kemampuan mandiri dapat menyusunsilabus yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan akademik social siswa setelah mendapatkan persetujuan dari Dinas PendidikanSetempat (propinsi, kabupaten/kota). Penyusunan silabus pendidikanmultikultural berbasis kompetensi dapat dilakukan dengan melibatkanpara ahli atau instansi yang relevan di daerah setempat seperti tokohmasyarakat, budayawan, tokoh agama, akademisi, psikolog, instansipemerintah, instansi swasta termasuk perusahaan dan industri.Dengan demikian daerah atau sekolah memiliki cukup wewenanguntuk merancang dan menentukan hal-hal yang akan diajarkan,pengelolaan pengalaman belajar, cara mengajar dan menilaikeberhasilan suatu proses belajar dan mengajar.
3.      Implikasi terhadap cara pandang guru pada siswa. Guru harusmenyadari bahwa siswa memiliki perbedaan satu sama lain. Siswaberbeda dalam minat, kemampuan, kesenangan, pengalaman, carabelajar, status sosial ekonomi dan latar belakang budaya. Karena itukegiatan pembelajaran, organisasi kelas, materi pembelajaran, waktubelajar, alat belajar dan cara penilaian perlu beragam sesuai dengankarakteristik siswa.Guru harus menyadari tentang kondisi dan kebutuhan akademiksosial siswa dengan berpedoman pada nilai-nilai pendidikanmultikultural yang mengutamakan kesederajatan, kebersamaan,musyawarah mufakat, keadilan, saling menghargai, toleransi,demokrasi, bahwa semua siswa memiliki hak yang sama untukmendapatkan bimbingan pengajaran dan pendidikan, mengembangkankemampuan siswa dalam interaksi dan sosialisasi diri denganmenghargai perbedaan pendapat, perbedaan sikap, perbedaankemampuan, perbedaan prestasi dan melatih siswa untukmembudayakan musyawarah mufakat dan diskusi dalammenyelesaikan permasalahan.
4.      Implikasi terhadap pendidikan tenaga kependidikan. Materi pendidikanmultikultural diupayakan untuk diajarkan kepada mahasiswa dariLembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan, yakni dengan cara;materi pendidikan multikultural menjadi salah satu mata kuliah wajib yang harus ditempuh/diambil mahasiswa dan bisa juga materipendidikan multikulktural diintegrasikan pada mata kuliah lainnya.Dengan demikian mahasiswa (calon-calon guru) lebih awal sudahmemahami nilai-nilai multikultural dan diaplikasikan dalamkehidupan sehari-hari, khususnya dalam praktik pembelajaran disekolah.
5.      Implikasi terhadap usaha sadar dan sekaligus sebagai peran pentinginstitusi pendidikan dalam turut merumuskan, mengembangkan sertamewujudkan masyarakat multikultur, melalui sekolah sebagai pilarutama. Sekolah adalah bentuk lain dari miniatur masyarakat, yangelemennya terdiri dari unsur yang berlatar belakang berebeda,sehingga sekolah juga dapat membentuk diri seabagi krangkakehidupan berdemokrasi dalam setiap interaksi maupun sosalisasiditengah-tengah aktivitas pendidikan. Oleh sebab itulah, makainstitusi pendidikan merupakan bentuk instutusi epektif yang dapatdiharapkan dapat mengembangkan gagasan kehidupan multkultursecara parktis, melalui jaringan pendidikan yang sistematis danterprogram.



C.     Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah disimpulkan di atas dandalam upaya mengembangkan kurikulum dan silabus pendidikanmultikultural berbasis kompetensi untuk siswa Sekolah LanjutanTingkat Pertama (SLTP), dikemukakan beberapa saran sebagai berikut.
1.      Dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah, khususnya kepada paraguru sebagai orang yang paling dekat dengan siswa disarankanuntuk mempelajari dan memahami unsur-unsur pendidikanmultikultural, sehingga senantiasa dapat bersikap dan berprilakuyang mencerminkan nilai-nilai multikulturalisme; profesional,mengakui perbedaan siswa, adil dalam perlakuan dan penilaian,melatih siswa untuk peka dan kritis, memiliki wawasan yang luasserta mampu memanfaatkan hasil tekhnologi dengan baik. Apabilanantinya materi pendidikan multikultural diwujudkan menjadi suatumata pelajaran tersendiri atau diintegrasikan pada mata pelajaranyang lain, oleh guru bukan merupakan hal yang aneh dan baru,karena sebelumnya telah dipelajari, dipahami dan diaplikasikandalam aktifitas kesehariannya.
2.      Kepada para pemegang kebijakan dalam pendidikan disarankanbeberapa hal sebagai berikut:
a.       Dalam rangka usaha mentransmisikan nilai-nilaimultikulturalisme di sekolah, hendaknya disediakan suatuperangkat pendukung berupa kurikulum pendidikanmultikultural yang berbasis kompetensi dan juga diusahakanuntuk melakukan pengembangan silabus yang mengakomodirkebutuhan akademik sosial siswa dalam masyarakat multikultur.
b.      Melakukan pemberdayaan tenaga-tenaga kependidikan yangpotensial dan memanfaatkan sumber daya pendidikan lainnyayang ada di daerah untuk dilibatkan dalam penyusunan silabuspendidikan multikultural, pelaksanaan dan penilaiannya.
c.       Meningkatkan komunikasi dan konsultasi dengan berbagai pihak;kepala sekolah, guru, karyawan sekolah, orang tua, siswa,akademisi, budayawan, tokoh agama dan tokoh masyarakat,untuk mensosialisasikan gagasan, konsep dan tujuan daripelaksanaan kurikulum pendidikan multikultural berbasiskompetensi dan implikasinya terhadap siswa, sekolah danmasyarakat.
d.      Mengusahakan tersedianya sumber dana, sumber informasi dansarana prasarana pendukung ketercapaian program.
3.      Dengan adanya beberapa keterbatasan dalam penelitian ini, kepadapeneliti lain diharapkan untuk mengadakan penelitian sejenis lebihlanjut dengan mengambil wilayah penelitian yang lebih luas, sampelyang lebih banyak dan menggunakan rancangan penelitian yanglebih kompleks seperti eksperimen, etnografi dan lainnya,menggunakan mata pelajaran yang lebih banyak lagi, jugamelakukan penelitian pada tingkat pendidikan yang lebih tinggiseperti pada siswa SMU atau Universitas, sehingga dapat ditemukanhasil yang lebih optimal dan bisa digeneralisasikan pada wilayahyang lebih luas.

Populasi dan Sampel Pada Penelitian

POPULASI DAN SAMPEL
POPULASI
Populasi dalam bahasa inggris disebut population, berasal dari bahasa Latin, populus, rakyat, bangsa, orang banyak, kelompok orang. Dalam kamus istilah karya tulis ilmiah disebutkan :
1. sekelompok subyek yang menjadi sumber penarikan sampel untuk pengukuran statistik.
2. sekelompok kasus yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan yang berhubungan dengan masalah penelitian.
3. jumlah seluruh hal, barang, atau orang yang relevan dengan survai yang dilakukan. 
Arikunto mendefinisikan bahwa populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Studi atau penelitiannya juga disebut studi populasi atau studi sensus.
Dari populasi yang telah ditetapkan tersebut, sampel random atau sampel kuota dapat ditarik. Penarikan sebagian populasi dapat dilakukan bilamana populasi itu terlalu banyak sehingga lebih efisien bilamana hanya sejumlah sampel saja yang dipergunakan. Penarikan sampel dapat dilakukan apabila sampel itu ternyata dapat mewakili (representatif) populasi.
   
II. SAMPEL
Dalam bahasa inggris disebut sample.

(1) suatu bagian dari populasi statistik yang sifat-sifatnya diteliti untuk memperoleh informasi mengenai keseluruhan.
(2) bagian representatif atau suatu hal tunggal dari keseluruhan atau kelompok yang lebih besar yang disajikan untuk pemeriksaan atau ditunjukkan sebagai bukti kualitas, misalnya contoh atau bahan percobaan.
 Jika kita hanya akan meneliti sebagian dari populasi, maka penelitian tersebut disebut penelitian sampel.

Sampel menurut Arikunto adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Dinamakan penelitian sampel apabila kita bermaksud untuk menggenerasikan hasil penelitian sampel. Yang dimaksud dengan menggeneralisasikan adalah mengangkat kesimpulan kesimpulan penelitian sebagai suatu yang berlaku bagi populasi. 
 Penelitian sampel dilakukan apabila keadaan subjek di dalam populasi benar-benar homogen. Apabila subjek populasi tidak homogen, maka kesimpulannya tidak boleh diberlakukan bagi seluruh populasi (hasilnya tidak boleh digeneralisasikan). Contoh sederhananya adalah ketika kita ingin menegtahui rasa teh, maka kita ambel sampelnya dengan mengambil satu ujung sendok dan kita cicipi. Kesimpulan bagi sampel, berlaku untuk populasi.
 Istilah sampel biasa dipergunakan untuk penelitian ilmiah dalam menarik sebagian dari populasi (universe) yang akan diteliti. Adapun beberapa keuntungan jika kita menggunakan sampel adalah :
(a) Karena subjek pada sampel lebih sedikit dibandingkan dengan populasi, maka kerepotannya tentu berkurang.
(b) Apabila populasinya terlalu besar, maka dikhawatirkan ada yang terlewati.
(c) Lebih efisien ( dalam arti uang, waktu dan tenaga)
(d) Memberikan peluang untuk memakai dana yang tersedia untuk kajian analitis yang lebih lengkap.
(e) Memberikan kemungkinan pengadministrasian yang lebih baik dalam perencanaan sampel apabila dibandingkan dengan organisasi yang rumit untuk mencari populasi keseluruhan.
 Sekalipun banyak keuntungan dari penarikan sampel, namun teknik ini dapat pula mendatangkan beberapa kesulitan, misalnya :
(a) Apabila ciri-ciri yang diteliti ternyata sangat langka terjadi di dalam populasi, misalnya penduduk yang berumur lebih dari seratus tahun.
(b) Bila rencana sampel tidak dirancang dan diikuti dengan teliti atau tidak konsisten.
(c) Sampel yang rumit di dalam perencanaan sampel dapat menyebabkan kesulitan, baik dalam lapangan maupun dalam perhitungan populasi yang lengkap.
(d) Rencana sampel menetapkan pembatasan-pembatasan karakteristik untuk setiap bentuk sampel.
(e) Sampel yang ditetapkan dalam rencana ternyata membutuhkan nasihat dari pakar yang langka di tempat peneliti berada.
(f) Data sampel membutuhkan perhatian khusus untuk mempersiapkan sub-sub klasifikasi yang detail, karena jumlah kasus yang lebih sedikit.
 Pengambilan sampel ini harus dilakukan sedemikian rupa sehingga diperoleh sampel (contoh) yang benar-benar dapat berfungsi sebagai contoh atau dapat menggambarkan keadaan populasi yang sebenarnya. Dengan istilah lain, sampel harus representatif. Dalam contoh air teh, agar populasi menjadi homogen harus kita aduk dulu agar manisnya sama.
 Sampel yang baik (biasa disebut sampel yang mewakili atau representatif) adalah sampel yang anggota-anggotanya mencerminkan sifat dan ciri-ciri yang terdapat dalam populasi. Bahkan sangat diharapkan keadaan sampel dapat merupakan miniatur dari populasi.

III. TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL RANDOM
 Random pada awalnya berarti “untung-untungan” atau “sembarangan” seperti melemparkan dadu di atas meja judi. Namun, sampel random dalam kenyataannya menggunakan teknik pengambilan sampel yang dipilih dari populasi. Setiap unsur yang ada dalam populasi tersebut memiliki peluang yang sama untuk dipilih. Ini berarti bahwa populasi sebagai sampel harus homogen sehingga dapat saling mengganti. 
 Teknik sampling ini diberi nama demikian karena di dalam pengambilan sampelnya peneliti “mencampur” subjek-subjek di dalam populasi sehingga subjek dianggap sama. 
 Setiap subjek yang terdaftar sebagai populasi, diberi nomor urut mulai dari I sampai dengan banyaknya subjek. Di dalam pengambilan sampel biasanya penelitian sudah menentukan terlebih dahulu besarnya jumlah sampel yang paling baik. 
 Teknik sampel random dilakukan dengan jalan memberikan kemungkinan yang sama bagi individu yang menjadi anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel penelitian. Teknik ini menerapkan azas tanpa pilih-pilih. Siapa saja yang menjadi anggota populasi punya kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi sampel. 
 Ada tiga cara untuk mendapatkan sampel yang representatif pada teknik sampel random, yaitu :
1) Cara undian. Cara ini dilakukan dengan jalan membuat gulungan-gulungan kertas yang berisi semua nomor dari anggota populasi, dan kemudian melakukan undian sebanyak jumlah sampel penelitian yang dibituhkan.
2) Cara ordinal. Cara ini dilakukan dengan jalan mengurutkan nomor semua nggota populasi di dalam suatu daftar dan kemudian mengambil anggota sampel sebanyak yang dibutuhkan dengan mengambil nomor-nomor urut individu secara sistematis. Misalnya yang dijadikan sampel adalah mereka yang bernomor ganjil atau genap saja, juga mungkin individu yang memiliki nomor kelipatan tertentu. 
3) Cara menggunakan tabel bilangan radom.
Di dalam buku-buku statistik bagian belakang, biasanya terdapat halaman yang memuat ang-angka yang disusun secara acak. Angka-angka tersebut dapat dicari letaknya menurut baris dan kolom. Agar pengambilan sampel terlepas dari perasaan subjektif, maka sebaiknya peneliti menuliskan langkah-langkah yang akan diambil, misalnya :
a. Menjatuhkan ujung pensil, menemukan nomor baris
b. Menjatuhkan ujung pensil kedua, menemukan nomor kolom. Pertemuan antara baris dan kolom inilah nomor subjek ke-1
c. Bergerak dari nomor tersebut 2 langkah ke kanan, menemukan nomor subjek ke-2
d. Bergerak ke bawah 5 langkah menemukan nomor subjek ke-3
e. Bergerak ke kiri 2 langkah menemukan nomor subjek ke-4, dan seterusnya sampai diperoleh jumlah subjek yang dikehendaki.
 Pengambilan sampel dengan cara random ini hanya dapat dilakukan jika keadaan populasi memang homogen. Bagi populasi yang tidak homogen, penelitian perlu mempertimbangkan ciri-ciri yang ada.  

IV. TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL PURPOSIVE
 Teknik sampel purposif dikenakan pada sampel yang karakteristiknya sudah ditentukan dan diketahui lebih dulu berdasarkan ciri dan sifat populasinya. Teknik ini biasanya dilakukan karena beberapa pertimbangan, misalnya alasan keterbatasan waktu, tenaga dan dana sehingga tidak dapat mengambil sampel yang besar dan jauh. 

Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi :
a. Pengambilan sampel harus didasarkan atas ciri-ciri, sifat-sifat atau karakteristik tertentu, yang merupakan ciri-ciri pokok populasi
b. Subjek yang diambil sebagai sampel benar-benar merupakan subjek yang paling banyak mengandung ciri-ciri yang terdapat pada populasi (key subjects)
c. Penentuan karakteristik populasi dilakukan dengan cermat di dalam studi pendahuluan
 Pengambilan dengan menggunakan teknik ini cukup baik karena sesuai dengan pertimbangan peneliti sehingga dapat mewakili populasi. Adapun kelemahannya adalah bahwa peneliti tidak dapat menggunakan statistik parametrik sebagai teknik analisis data, karena tidak memenuhi persyaratan random. Teknik ini sering digunakan pada penelitian-penelitian kasus.  


V. TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL QUOTA
Teknik sampel quota dilakukan dengan jalan menetapkan terlebih dahulu quota atau jumlah individu yang akan diteliti, tanpa memperhatikan siapapun yang akan diteliti itu sesuai dengan kriteria atau persyaratan yang ditetapkan sebelumnya. Peneliti menghubungi subjek yang memenuhi persyaratan ciri-ciri populasi, tanpa menghiraukan dari mana asal subjek tersebut. Apabila jumlah sampel sudah sesuai dengan quota yang telah ditetapkan maka kegiatan penelitian segera dihentikan. Biasanya yang dihubungi adalah subjek yang mudah ditemui, sehingga pengumpulan datanya mudah. Yang penting diperhatikan disini adalah terpenuhnya jumlah (quotum) yang telah ditetapkan.
Pemilihan ini harus dilakukan dengan hati-hati, karena ia dapat menarik quota yang salah sehingga tidak representatif bagi ciri-ciri populasi. Untuk mencegah kemungkinan seperti itu, ia perlu membuat kriteria dan spesifikasi dalm perencanaan pemilihan sampel. 
Teknik quota ini telah banyak mendapatkan kritik dari para ahli statistik, karena teknik ini tidak memenuhi persyaratan tuntutan representatifitas sampel. 

VI. TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL PROPORSIONAL
Teknik sampel proporsional diambil apabila karakteristik populasi terdiri dari kategori-kategori, kelompok atau golongan yang setara atau sejajar yang diduga secara kuat berpengaruh pada hasil penelitian. Dalam kamus karya tulis ilmiah disebutkan bahwa suatu teknik penarikan sampel yang digunakan untuk menghadapi populasi yang terdiri atas sub-sub populasi yang heterogen. 
Teknik pengambilan sampel proporsional ini dilakukan untuk menyempurnakan penggunaan teknik sampel berstrata atau sampel wilayah. 
Prosedur yang ditempuh dilakukan dengan jalan mengambil individu yang terdapat dalam masing-masing kategori populasi sesuai dengan proporsi atau perimbangannya untuk dijadikan smpel penelitian.  

VII. TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL WILAYAH
Taknik sampel wilayah digunakan apabila ada perbedaan ciri antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain. Dalam kamus karya tulis ilmiah disebutkan bahwa sampel wilayah adalah suatu sampel yang diambil dari populasi responden melalui pengelompokan karakteristik geografis.
Prosedur yang dilakukan adalah dengan jalan membagi daerah-daerah besar menjadi beberapa daerah kecil dan mungkin daerah-derah kecil tersebut akan dibagi mejadi daerah-daerah yang lebih kecil lagi. 
Sampel wilayah adalah teknik sampling yang dilakukan dengan mengambil wakil dari setiap wilayah yang terdapat dalam populasi. Teknik ini sering digunakan dalam penelitian sosial dan antropologi.

VIII. TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL YANG LAIN
Selain teknik sampel yang telah disebutkan di atas, masih ada teknik sampel yang lain. Diantaranya :
1) Teknik sampel stratifikasi
Digunakan apabila populasi terdiri dari kategori-kategori yang mempunyai susunan bertingkat dan diduga bahwa tingkatan tersebut berpengaruh pada variabel yang diteliti. Tata cara yang dilakukan untuk pengambilan sampel stratifikasi menempuh prosedur yang sama seperti pengambilan sampel padateknik proporsional.
2) Teknik sampel insidental
Teknik sampel insidental disebut juga teknik kebetulan. Anggota sampel adalah apa atau siapa saja yang kebetulan dijumpai peneliti saat mengadakan penelitian, asalkan ada hubungannya dengan tema penelitiannya. Teknik ini menghasilkan jenis sampel yang paling meragukan taraf representatifitasnya. Para ahli menyarankan agar tekik insidental tidak digunakan dalam penelitian-penelitian ilmiah.
3) Teknik sampel kluster
Teknik ini juga disebut teknik kelompok atau rumpun, dilakukan dengan jalan memilih sampel yang didasarkan pada klusternya (kelompok) bukan pada individunya. Oleh karena itu kesimpulan pada teknik kluster tidak digeneralisasikan pada individu-individu melainkan pada kelompok. Pemberian akreditasi dari pemerintah dalam bentuk status disamakan, diakui dan terdaftar kepada sekolah-sekolah swasta adalah merupakan contoh digunakannya teknik kluster oleh pemerintah dalam menarik kesimpulan tentang sekolah-sekolah swasta. 
4) Teknik sampel ganda
Teknik sampel ganda adalah dua buah sampel yang sekaligus diambil oleh peneliti dengan tujuan untuk melengkapi jumlah apabila ada data yang tidak masuk dari sampel pertama atau untuk mengadakan pengecekan terhadap kebenaran data dari sampel pertama. Biasanya sampel pertama jumlahnya sangat besar sedangkan sampel kedua yang mengecek, jumlahnya tidak begitu besar. 
5) Teknik sampel non-random
Teknik sampel non random merupakan kebalikan dari teknik random, dimana individu yang menjadi anggota populasi tidak mempunyai kesemptan yang sama untuk dijadikan anggota sampel penelitian

IX. BEBERAPA RUMUS DAN PELAKSANAANNYA
Untuk menentukan besarnya sampel dari populasi yang ada, penelitian menggunakan rumus Slovin yang dikutip oleh Husein Umar, SE, MM adalah sebagai berikut :



Keterangan : n : ukuran sampel
N : ukuran populasi
e : presentase kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolelir atau diinginkan.
Rumus untuk memperoleh sampel yang akurat, diperlukan rumus-rumus penentuan besarnya sampel, antara lain yaitu :
1) Dengan rumus Jacob Cohen :



Dengan keterangan : 
N = Ukuran sampel
f2 = Effect size
u = banyaknya ubahan yang terkait dalam penelitian.
L = fungsi power dari u, diperoleh dari tabel, t.s. 1%
Power (p) = 0,95 dan Effect size (f2) = 0,1
Harga L tabel dengan t.s. 1% power 0,95 dan u = 5 adalah 19,76. maka dengan rumus tersebut didapat :
N = 19,76 + 5 + 1 = 203,6 dibulatkan 204
  0,1
2) Dengan rumus berdasarkan proporsi, ada dua rumus.
a. dikemukakan oleh Issac dan Michael :



keterangan : 
S = ukuran sampel
N = ukuran populasi
P = proporsi dalam populasi
d = ketelitian (error)
χ2 = harga table chi- kuadrat untuk α tertentu
b. dikemukakan oleh Paul Leedy :



keterangan :
N = ukuran sampel
Z = standard score untuk α yang dipilih
e = sampling error
P = proporsi harus dalam populasi.


Minggu, 21 Agustus 2011

Pusat Alamat-alamat penyedia Beasiswa

Ini ada beberapa alamat penyedia beasiswa sobat ,semoga bermanfaat .
1.Djarum Beasiswa Plus

Beda Perempuan dengan wanita

Beda Perempuan dengan Wanita
by Khairul Azmi

Saya masih teringat dengan dua kata ini perempuan dan wanita . Dua kata ini ikut memberikan inspirasi besar dalam membuat puisi Mereka Perempuan Bukanlah Wanita . Sekitar 6 tahun yang lalu waktu itu saya masih kelas 3 SLTP guru bahasa indonesia saya pernah mengatakan perbedaan dua kata ini .

Saya waktu itu sedang belajar tentang makna kata . Saya yakin tentu sobat-sobat paham betul dengan makna kata ini seperti peyorasi , ameliorasi , perluasan dan penyempitan makna kata . Nah ternyata kata perempuan mengalami peyorasi ( ket : makna yang dahulu lebih baik dari makna yang sekarang ) . Hal itu terjadi karena sewaktu indonesia di jajah oleh belanda kaum perempuan indonesia banyak yang tertindas . Tidak sedikit yang dilecehkan . Banyak diantara mereka menjadi korban si lelaki hidung belang.

Setelah indonesia merdeka makna kata perempuan masih tetap mengalami sisi negatif . Untuk itu para pakar bahasa indonesia mencoba memahami hal ini dan mencarikan solusi . Alhamdullilah soluisipun ditemukan . Para ahli bersepakat unutk mencari kata baru yang maknanya sama dengan perempuan dan akan di terima sebagai kata bahasa indonesia . Akhirnya  ditemukanlah kata wanita yang berasal dari watina yang artinya sapi betina . 


Rahasia Langit

Puisi ke-2 :
Setelah puisi : " Mereka perempuan bukanlah wanita " saya juga menulis puisi " Rahasia Langit " . Puisi ini saya tulis teristimewa buat seorang sahabat yang sudah 4 tahun tidak bertemu dan tidak ada kabar beritanya.
Ketika terakhir bertemu dengannya puisi ini baru selesai satu bait .  Saya berharap ia dapat sembuh dari penyakit yang ia derita dan dengan puisi ini suatu saat kita bisa bertemu kembali.

Rahasia Langit
By Khairul Azmi


Sahabat
Engkau tidak perlu berdiri di bibir pantai 
Sekedar menunggu kabar dari burung-burung camar ysng bertebangan kesana kemari di atas laut
Yakinlah sahabatku burung-burung camar itu tak akan sanggup terbang melintasi awan di langit

Sahabat 
Engkau tidak mesti duduk-duduk di ketinggian di tengah gelabnya malam
Berharap akan ada bintang-bintang yang bertaburan di atas langit
Percayalah sahabatku 
Bintang itu tak akan sanggup menyingkap tabir rahasia itu

Sahabat
Engkau tidak perlu bertanya kapan semuanya berakhir
Ataupun bertanya  apakah esok masih dapat melihat mentari bersinar kembali
Biarlah hal itu menjadi rahasia langit


Sahabat 
Tapi engkau cukup berdiri di atas hamparan sajadah yang terbentang
Engkau cukup duduk bersimpuh bermunajat kepadaNya
Berdo'alah kepada-Nya
Adukanlah segala kegalauan hatimu


Karya Populer Khairul Azmi lainnya : 

Selasa, 16 Agustus 2011

Puisi : Mereka perempuan bukanlah wanita

 Assalamu'alaikum sobat-sobat semuanya . Kali ini saya mau memposting puisi nih. Puisi ini saya tulis sejak saya duduk di kelas X SMA berarti sudah 7 tahun yang lalu . Saya mencoba untuk mengingat puisi ini , alhamdulliah ternyata masih ingat ,dan akhirnya saya putuskan untuk memposting puisi ini di blog agar dapat dinikmati lebih banyak orang . Puisi ini sengaja saya buat seperti apa adanya ketika masih SMA dulu , jadi emosionalnya lebih masuk  karena sesuai dengan pemikiran saya waktu SMA . Insya Allah dalam waktu dekat saya akan membuat puisi yang baru tentunya teman-teman dapat bisa melihat perbedaannya .Sedikit bocoran judulnya rahasia Langit .Selamat menikmati ->
Mereka perempuan bukanlah wanita
By Khairul Azmi 

Mereka berada dimana-mana
Dimana kami ada mereka berdiri dihadapan kami
Padahal kami bukanlah bagian dari mereka 
Mereka bercanda gurau bersama kami
Sehingga tak terasa tangisan hati
Kamipun senang bahkan sangat bahagia

Sementara sebahagian yang lain
Duduk meyendiri di ujung sana 
Menangisi sesuatu yang telah terjadi
Mengganggap semuanya telah berakhir
Padahal tidak ada satupun yang layak menjadi sebuah permulaan
Mereka Bersedih dirundung duka yang amat dalam
Seolah-olah tidak lagi ingin melihat matahari terbit esok hari

Ketika seruan menggema di atas peraduan bulan dan bintang
Mereka tuli tak bisa mendengar dan tak akan pernah bisa mendengar
Selama mereka mengganggap semua itu adalah benar

Mereka perempuan bukanlah wanita 
Karena wanita sadar akan dirinya berbeda 
Berada jauh dari pandangan mata
Di atas kepala ribuan mereka
Itulah mutiara yang sebenarnya

Masih adakah perempuan yang benar-benar wanita ?